INDOLIN.ID | JAKARTA — Komisi IV DPR berharap pemerintah benar-benar punya rencana yang matang dalam menjaga stabilitas harga sembako menjelang bulan Ramadhan. Sebab, pemerintah punya pengalaman rutin dalam menghadapi momen tahunan Ramadhan dan Lebaran.
"Tentu lebih siap sedia yang pasti itu kan kebutuhan pangan akan masyarakat meningkat selama Ramadhan dan Lebaran. Untuk itu berarti, yang pasti harus dijaga itu adalah stabilitas harga," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman kepada wartawan di Komplek Parlemen, Jakarta, pada Rabu (26/2).
Untuk memastikan stok pangan, Alex bersama jajaran Komisi IV DPR sudah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir. Hasilnya, kata dia, seluruh cadangan sembako untuk persiapan Ramadhan dan Lebaran dapat dipastikan aman.
Tak hanya itu, Alex sudah menerima laporan dari Badan Urusan Logistik (Bulog) jika bahan cadangan sembako cukup. Bahkan kesediaan stok pangan itu tersedia untuk melakukan operasi murah.
"Itu untuk menstabilkan harga, saya rasa bulan Ramadhan ini harus menjadi momentum untuk pemerintah bekerja lebih baik lagi sebenarnya daripada tahun sebelumnya. Seperti yang saya sampaikan ini adalah hal yang rutin yang kita lalui setiap tahun," katanya.
Legislator dari Fraksi PDIP itu memandang bila operasi murah menjadi salah satu cara terbaik dari pemerintah untuk menyelesaikan sementara kesediaan stok pangan selama Ramadhan dan Lebaran. Sekalipun, operasi pasar tidak menyelesaikan mekanisme penyediaan stok sembako secara menyeluruh.
"Hanya untuk bulan Ramadhan ini memang mekanismenya yang kita lihat ya, salah satunya operasi pasar tadi karena meningkatnya kebutuhan, sistem pasar itu selagi kebutuhannya meningkat harga pasti naik. Itu resep yang jitu lah untuk mengatasi gejolak harga pangan di bulan Ramadhan," jelas dia.
Alex juga menuturkan dari kunjungan kerja Komisi IV DPR, didapatkan data bahwa kesediaan beras menjelang Ramadhan dan Lebaran surplus atau aman. Dia bahkan menekankan bahwa Indonesia tidak akan mengalami kesulitan dalam sektor beras.
Politikus PDIP ini juga menegaskan jika Indonesia sebenarnya sudah bisa disebut dengan negara swasembada beras.
Menurutnya, persoalan beras hanya harga yang naik turun sesuai musimnya.
"Kalau saat musim panen otomatis harganya jadi turun, namanya produksinya melimpah, jadi boleh kita katakan kita ini sudah swasembada beras, kenapa pemerintah mengimpor, yang saya baca dari data yang disajikan kita itu mengimpor bila pemerintah menetapkan cadangan beras, ketika pemerintah harus menyiapkan cadangan beras yang dikelola oleh Bulog dan tidak bisa menyerap beras dari petani maka itu lah yang dilakukan mekanisme impor," jelasnya.
Untuk itu, Alex berharap tahun ini tidak ada impor beras yang dilakukan pemerintah. Mengingat, lanjut dia, dari catatan Komisi IV DPR panen beras tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya.
"Oleh karena itu, seharusnya pemerintah tidak mengimpor beras, itu dari sisi beras," pungkasnya. (*)